Senin, 25 Juni 2018

Cara Mudah Membuat Artikel Agar SEO Friendly

Hasil gambar untuk 10 Cara Menulis Konten yang SEO Friendly

jasa pembuatan website murah di jakarta selatan - Artikel ialah inti kemajuan dari sebuah web web site sebab itu diperlukan cara khusus untuk bikin artikel agar search engine optimation friendly biar menguasai di halaman hasil pelacakan atau SERP (Search Engine Result Page). Anggap saja semua unsur search engine optimation telah ada pada web site kamu dimulai dari template, meta tag, structur data validation sampai domain dan ssl telah sama sesuai kaedah dan rancangan search engine optimation yg benar. Tetapi ini saja sangat kurang karena content/artikel lah sebagai patokan utama jadi web site banyak menguasai halaman hasil pelacakan.

Bagaimanakah bikin artikel yg SEO Friendly?
Masih tetap ingatkah anda berkenaan artikel 350 kata dan 500 kata? Beberapa orang banyak salah tafsir perihal hal tersebut jadi walaupun artikel yg di untuk berisi jumlahnya kata yg sekitar lebih ini tetap harus tidak search engine optimation friendly. Wawasan yg benar perihal artikel 350 kata yaitu artikel yg berisi jumlahnya kata yg cukup hanya dengan kajian yg selesai agar artikel jadi search engine optimation friendly. Setiap paragraf harus memuat keterangan yg berkaitan sangat dekat dengan judul dan gambaran artikel.

Contoh : Judul pada artikel itu " Cara Mudah Bikin Artikel Agar SEO Friendly " maka kurang seiring apabila di masukan paragraf yg bercerita pengalaman blogging yg sangat panjang.

  • Praktik Paling baik Bikin Artikel Agar SEO Friendly 
  • Jauhi penulisan content yg sangat serupa dengan artikel yg udah ada 
  • Ejaan yg benar dalam setiap kata (ex : point dan point) yg benar untuk artikel bhs indonesia yaitu point. 
  • Untuk rancangan dengan benar sebelum saat menulis artikel, example : Judul Gambaran atau kesimpulan Poin-poin pendukung Inti isi artikel Menyertakan contoh Sistim aplikasi (untuk artikel tutorial) lantas sedikit paragrap penutup. 
  • Usahakan judul artikel dan gambaran memiliki kandungan kata kunci (keyword) utama 
  • Setiap paragraf memuat kajian yg padat dan terang (deskriptif) 
  • Artikel memuat kajian yg selesai. 

Berdasrkan penelitian pengalaman Artikel yg memuat kajian yg padat dan terang bakal membuat ragam kata kunci (keyword) tidak terduga dan berkaitan yg bakal mengarahkan pengunjung untuk mendatangi atau menyaksikan artikel kamu jadi automatic artikel semakin lebih search engine optimation friendly.

Beberapa artikel dari web site itu malahan mendapatkan kunjungan tidak dari kata kunci (keyword) yg udah ditargetkan melaui analisis kata kunci (keyword) tetapi dari kata kunci (keyword) yg masih tetap bersangkutan. Setelah dipelajari nyatanya benar artikel yg berisi kajian yg padat, terang dan selesai lebih search engine optimation friendly (berikan dampak baik pada web site) di serp.

Bikin url yg lebih mudah dipahami penelusur

Pada basis blogger memang memakai url teks namu basis berbeda mungkin tidak. Url yg memakai teks dan miliki sifat deskriptif bakal memberi pengruh search engine optimation pada artikel. Dianjurkan untuk menuliskan kata kunci (keyword) pada url artikel.

Memakai Teks Alternatif pada Gambar

Apabila artikel yg di sediakan berisi tulis maka imbuhkan alt teks agar artikel lebih search engine optimation di serp, alt teks bakal menunjang penelusur mengetahui content yg di sediakan pada halaman web site.

Saya fikir menjadi basic itu telah cukup untuk pemula memaksimalkan content artikel agar lebih mudah nampak di lama hasil pelacakan atau serp. Apabila ingin belajar lebih jauh berkenaan cara memaksimalkan content atau artikel di serp, saya bakal memberikan satu halaman yg komplet, mudah dipahami dan terpercaya untuk optimasi search engine optimation web site dan content. Saksikan Detail

Demikianlah keterangan perihal " cara mudah bikin artikel agar search engine optimation friendly " mudah-mudahan artikel itu berfaedah dan menunjang kamu dalam menterapkan search engine optimation dalam sebuah artikel, selamat coba dan sampai jumpa kembali. Follow web site itu dengan e mail untuk memperoleh kabar tentang blogging dan dasar-dasar optimasi search engine optimation blogger.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Penyemprotan Pestisida

Hasil gambar untuk ISTILAH-ISTILAH KESELAMATAN KERJA

sepatu safety murah - Pada Maret tahun ini, warga Indramayu digemparkan dengan berita perihal dua orang petani yang wafat di sawah. Diagnosanya, keracunan pestisida. Lima bln. selanjutnya, warga Boyolali yang digemparkan dengan berita mirip : dua anak tewas karena pestisida.

Berita-berita semacam sering terjadi setiap th. di Indonesia. Kurang hati-hatinya petani dapat berbuntut pada kematian. Itu bukan hanya hal yang mengherankan, mengingat pestisida sejatinya merupakan toksin.

Oleh sebab itu elemen keamanan ketika melakukan penyemprotan harus memperoleh perhatian, baik pada manusia mapun pada lingkungan.

Kekeliruan fatal seperti itu dapat terjadi karena minimnya perhatian dan pengetahuan petani pada kesehatan dan keselamatan kerja (K3) ketika aplikasi pestisida. Sebuah analisis seseorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bertopik “Pengetahuan, Sikap, dan Aksi Petani Sayuran dalam Pemanfaatan Pestisida di Kabupaten Pandeglang, Banten” berkesimpulan kalau dari 150 petani responden, masihlah ada beberapa petani yang belum juga bijak menterapkan pestisida.

Bahkan juga ada beberapa petani yang masihlah memakai pestisida memiliki bahan aktif endosulfan yang telah dilarang utk mengedar.

Utk mengingatkan kembali, berikut banyak hal yang perlu di cermati berkaitan K3 dalam aplikasi pestisida.

Keamanan pada manusia

Keamanan pada manusia terutama pada petugas penyemprot dan pekerja beda di tempat itu. Petugas penyemprot harus diperlengkapi dengan celana panjang, busana lengan panjang, topi atau penutup kepala, masker, sarung tangan, sepatu boot, dan kaca mata khusus.

Diluar itu faktor-faktor beda yang wajib di cermati oleh petugas penyemprotan yakni sebagaimana berikut :

  • Penyemprotan harus dilakukan sembari jalan mundur agar petugas penyemprot tidak terkena segera oleh pestisida. 
  • Janganlah makan, minum atau merokok selama mengerjakan aktivitas penyemprotan pestisida. 
  • Janganlah menyentuh tanaman yang baru disemprot. 
  • Basuh tangan sebelum saat makan, minum atau merokok. 
  • Bersihkan tubuh dan basuh kemeja yang sudah setelah dimanfaatkan. 
  • Luangkan meminum satu gelas susu putih murni setiap usai melakukan penyemprotan. 
  • Terkecuali petugas penyemprotan, pekerja yang lain dilarang berada di areal penyemprotan selama berlangsungnya aktivitas penyemprotan pestisida dan dilarang masuk ke tempat yang sudah usai dilakukan penyemprotan sekurang-kurangnya 1 jam setelah penyemprotan pestisida. 

Keamanan pada lingkungan

Perlakuan pestisida agar tidak mencemari lingkungan mesti memperoleh perhatian, ialah :

  • Jauhi kebocoran perabotan semprot. 
  • Jauhi tetesan larutan semprot dari tanaman ke tanah. 
  • Janganlah buang bekas larutan semprot asal-asalan. 
  • Janganlah membersihkan kemeja dan perabotan semprot yang sudah dimanfaatkan di mata air atau sungai. 
  • Sisa paket pestisida dibakar seterusnya dikubur.

Minggu, 10 Juni 2018

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Garmen

Gambar terkait

sepatu safety murah - Perlindungan pekerja dari kecelakaan kerja

Apa yang disebut dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)?

Menurut pasal 1 Ketentuan Pemerintah No. 50 tahun 2012 mengenai Aplikasi System Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang setelah itu disingkat K3 yaitu semua aktivitas untuk menanggung dan membuat perlindungan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui usaha mencegah kecelakaan kerja dan penyakit karena kerja.

Apa yang disebut dengan system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3)?

System Manajemen K3 (SMK3) yaitu bagian dari system manajemen perusahaan keseluruhannya yang mencakup susunan organisasi, rencana, proses, tanggung jawab, prosedur, sistem dan sumber daya yang diperlukan untuk pengembangan, aplikasi, perolehan, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rencana pengendalian kemungkinan yang terkait dengan aktivitas kerja manfaat terwujudnya tempat kerja yang aman, efektif dan produktif.

Apakah perusahaan garmen harus memberlakukan SMK3?

Keharusan aplikasi System Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan ditata dalam :

UU Ketenagakerjaan Pasal 87 ““setiap perusahaan harus mengaplikasikan system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan system manajemen perusahaan”
PP No. 50 Tahun 2012 mengenai System Manajemen K3 Pasal 5. “Setiap perusahaan harus mengaplikasikan SMK3 di perusahaannya”

Apa manfaat diberlakukannya SMK3 di perusahaan garmen?

1. Jadi perlindungan karyawan

Maksud utama aplikasi SMK3 yaitu membuat perlindungan pekerja dari semua bentuk kecelakaan dan penyakit karena kerja

2. Memerlihatkan kepatuhan pada ketentuan dan Undang-Undang

Perusahaan-perusahaan yang mematuhi ketentuan atau perundang-undangan yang berlaku biasanya terlihat lebih teratur dan hal semacam ini dapat tingkatkan citra baik perusahaan tersebut.

3. Buat system manajemen yang efektif

Dengan mengaplikasikan SMK3 maka system manajemen keselamatan juga akan teratur dengan baik dan efisien, karena di dalam SMK3 disyaratkan ada prosedur yang terdokumentasi, hingga semua kegiatan dan aktivitas yang dilakukan semakin lebih terorganisir, terukur, berada dalam koridor yang teratur dan dilakukan dengan berkelanjutan.

4. Tingkatkan keyakinan dan kenikmatan pelanggan

Aplikasi K3 dengan baik juga akan berpengaruh pada kenikmatan pelanggan, karena aplikasi K3 akan menanggung sistem yang aman, teratur dan bersih hingga dapat tingkatkan kwalitas dan kurangi product cacat. Seringkali buyer (konsumen) melakukan audit K3 pada beberapa penyuplai mereka untuk meyakinkan kalau pekerja terproteksi dengan baik dan sistem produksi dilakukan dengan aman.

Adakah jalinan pada system manajemen K3 dengan produktivitas pekerja garmen?

Ada. Kecelakaan memengaruhi produktivitas perusahaan. Dalam sistem produksi, produktivitas didukung oleh tiga pilar utama yakni Jumlah (Quantity), Kwalitas (Quality), dan Keselamatan (Safety). Produktivitas hanya dapat diraih bila ke-3 unsur produktivitas di atas jalan dengan seimbang. Dari paparan elemen kualitas diatas, terlihat kalau tanpa ada usaha System Manajemen K3 yang baik maka sistem perolehan kualitas akan tidak terwujud. Keselamatan dan kesehatan kerja bertindak menanggung keamanan sistem produksi hingga produktivitas dapat terwujud.

Apa sajakah keharusan entrepreneur pada proses K3 ditempat kerja?

Tanggung jawab akhir ditempat kerja agar selamat dan sehat terdapat pada manajemen dan yang memiliki perusahaan. Karenanya banyak hal yang perlu dilakukan yaitu seperti berikut :

1. Kebijakan K3 : Pastikan semua tingkat manajemen dan semua pekerja tahu isi dan ikuti kebijakan K3, tanpa ada terkecuali.

2. Penyediaan Sumber Daya : Sediakan sarana yang ideal dan sumber daya hingga kebijakan kesehatan dan keselamatan dapat diimplementasikan dengan baik -termasuk biaya, personil, kursus, peluang tingkatkan kwalitas dan wadah untuk berperan serta dalam rencana, pelajari proses, dan aksi menuju perbaikan.

3. Kebijakan kursus K3 : Kursus K3 harus diawali dengan tujuan karyawan, ketika seseorang karyawan baru atau ditransfer ke pekerjaan baru. Session tujuan yang terkait dengan K3 biasanya harus meliputi :

  • Prosedur darurat ; 
  • Lokasi pertolongan pertama ; 
  • Tanggung jawab K3 ; 
  • Pelaporan cedera, keadaan tidak aman dan aksi tidak aman ; 
  • Pemakaian perlengkapan pelindung diri (APD) ; 
  • Hak untuk menampik pekerjaan yang beresiko ; 
  • Bahaya, termasuk diluar ruang kerja mereka sendiri ; 
  • Alasan untuk setiap ketentuan K3. 

Apa keharusan pekerja pada proses K3 ditempat kerja?

Pekerja bertanggungjawab membuat perlindungan keselamatan dan kesehatan mereka sendiri ditempat kerja hingga mereka perlu ambil bagian dalam meyakinkan berperannya kebijakan K3. Untuk melakukan ini, mereka perlu mengerti dan mengerti beragam bahaya kesehatan dan keselamatan, standard dan praktekpraktek yang relevan dengan pekerjaan mereka. Tanggung jawab pekerja mencakup :

  • Menghormati semua ketentuan kesehatan dan keselamatan ; 
  • Mengidentifikasi potensi kemungkinan/bahaya pada workstation mereka ; 
  • Berperan serta dalam Komite K3 dengan ; 
  • Membuat kesadaran diantara rekanan sekerja, termasuk yang baru, mengenai budaya K3 yang di promosikan dan diinginkan ditempat kerja mereka. 

Apakah perusahaan garmen harus memiliki Panitia Pembina K3 (P2K3) atau Pakar K3?

P2K3 (Panitia Pembina K3) yaitu jantung dari berhasil system manajemen K3. P2K3 adalah wadah hubungan kerja pada unsur pimpinan perusahaan dan tenaga kerja dalam mengatasi problem K3 di perusahaan. Pekerjaan Pokok P2K3 yaitu memberi anjuran dan pertimbangan di bagian K3 pada entrepreneur/pengurus tempat kerja (disuruh ataupun tidak).

Keanggotaan P2K3 terbagi dalam unsur entrepreneur dan pekerja yang susunannya terbagi dalam ketua sekretaris dan anggota. Jadi sekretaris P2K3 yaitu Pakar K3 yakni tenaga tehnis berkeahlian khusus yang menolong pimpinan perusahaan atau pengurus untuk mengadakan dan tingkatkan usaha keselamatan kerja, higiene perusahaan dan kesehatan kerja, menolong pengawasan di bagian K3.

Pakar K3 ditunjuk untuk tempat kerja dengan persyaratan tertentu dan pada perusahaan yang memberi layanan di bagian keselamatan dan kesehatan kerja. Bila tidak masuk persyaratan itu, maka perusahaan tidak harus memiliki Pakar K3. Berarti, tidak semua perusahaan diharuskan memiliki Pakar K3.

Mencegah Kecelakaan Kerja

Apa yang disebut dengan kecelakaan kerja?

Menurut UU Keselamatan Kerja, kecelakaan kerja yaitu suatu peristiwa yg tidak disangka awal mulanya dan tidak diinginkan, yang mengacaukan sistem yang sudah ditata dari suatu kesibukan dan dapat menyebabkan kerugian baik korban manusia ataupun harta benda

Apa sebagai penyebabnya kecelakaan kerja?

Biasanya kecelakaan kerja disebabkan karena 5 aspek, yakni :

  • Aspek manusia : Tindakan-tindakan yang di ambil atau tidak di ambil, untuk mengontrol cara kerja yang dilakukan, kurangnya pengetahuan pekerja dalam kuasai bagian kerja, ciri-khas dan karakter pekerja 
  • Aspek material : Resiko ledakan, kebakaran dan trauma paparan tidak terduga untuk zat yang sangat beracun, seperti asam 
  • Aspek Perlengkapan : Perlengkapan, bila tidak terbangun dengan baik, rawan pada kegagalan yang bisa mengakibatkan kecelakaan. 
  • Aspek lingkungan : lingkungan merujuk pada kondisi tempat kerja. Suhu, kelembapan, kebisingan, udara dan kwalitas pencahayaan adalah contoh aspek lingkungan. 
  • Aspek sistem : Ini termasuk resiko yang muncul dari sistem produksi dan product samping seperti panas, kebisingan, debu, uap dan asap. 

Apa sajakah kerugian dari kecelakaan kerja?

  • Kerugian karena kecelakaan dapat digolongkan atas kerugian segera dan kerugian tidak segera. Kerugian segera misalnya cidera pada tenaga kerja dan rusaknya pada fasilitas produksi. 
  • Kerugian tidak segera yaitu kerugian yg tidak terlihat hingga sering dimaksud sebagai kerugian tersembunyi, misalnya kerugian terhentinya sistem produksi, penurunan produksi, klaim atau ubah rugi, efek sosial, citra dan keyakinan customer. 

Apa sajakah potensi bahaya kecelakaan kerja yang bisa terjadi di bidang garmen?

Beberapa hal sebagai persoalan yang terkait dengan potensi bahaya kecelakaan kerja pada industri garmen diantaranya sebagai berikut ini :

a. Bahaya kebakaran

b. Jari tangan terpotong

c. Jari terserang jarum

d. Jari tergencet mesin kancing

e. Tersengat arus listrik pendek

f. Tergesek dan bahaya terjatuh atau kejatuhan

Bagaimana caranya usaha yang bisa dilakukan untuk kurangi kecelakaan kerja?

Usaha mencegah kecelakaan kerja melalui pengendalian bahaya ditempat kerja :

  • Pemantauan dan pengendalian keadaan tidak aman ditempat kerja. 
  • Pemantauan dan pengendalian aksi tidak aman ditempat kerja. 

Usaha mencegah kecelakaan kerja melalui pembinaan dan pengawasan :

  • Kursus dan pendidikan K3 pada tenaga kerja. 
  • Konseling dan konsultasi tentang aplikasi K3 dengan tenaga kerja. 
  • Pengembangan sumber daya maupun tehnologi yang terkait dengan penambahan aplikasi K3 ditempat kerja. 

Usaha mencegah kecelakaan kerja melalui system manajemen :

  • Prosedur dan ketentuan K3 ditempat kerja. 
  • Penyediaan fasilitas dan prasarana K3 dan pendukungnya ditempat kerja. 
  • Penghargaan dan sangsi pada aplikasi K3 ditempat kerja pada tenaga kerja.

Senin, 04 Juni 2018

Manfaat, Faktor yang Memengaruhi, dan Contoh Analisis SWOT

Jurnal blog pengertian dan contoh analisis swot header 01

sepatu safety murah - SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats. Seperti namanya, Analisis SWOT merupakan suatu teknik perencanaan strategi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek, baik yang sedang berlangsung maupun dalam perencanaan baru. Analisis SWOT pertama kali diperkenalkan oleh Albert S Humphrey pada tahun 1960-an dalam memimpin proyek riset di Stanford Research Institute yang menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Manfaat Analisis SWOT

Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari 4 (empat) sisi yang berbeda, di mana aplikasinya adalah:

1. Bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada.

2. Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan.

3. bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada.

4. Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Dengan saling berhubungannya 4 faktor tersebut, maka membuat analisis ini memberikan kemudahan untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan.

Berikut ini adalah contoh sederhana dalam melakukan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu perusahaan.

Strength (Kekuatan)
- Kami dapat merespon dengan cepat setiap permintaan pelanggan tanpa harus melalui birokrasi yang panjang.

- Kami memiliki biaya overhead yang rendah, sehingga dapat memberikan tawaran harga yang paling baik bagi pelanggan.

- Kami sangat memperhatikan setiap permintaan dan kebutuhan pelanggan.

- Kami sangat fleksibel dalam menangani setiap kasus dan permintaan pelanggan.

- Kami memiliki reputasi yang baik pada market yang ditekuni.

Weakness (Kelemahan)
- Staf kami masih memiliki kemampuan yang rendah dibidang-bidang tertentu.

- Perusahaan kami memiliki keterbatasan dalam permodalan.

- Cash flow kadang-kadang tidak lancar.

- Lokasi kantor letaknya di tempat yang kurang strategis.

Opportunities (Peluang)
- Sektor yang kami tekuni sedang mengalami kenaikan.

- Pemerintah sangat mendukung perusahaan lokal seperti kami.

- Belum ada persaingan yang ketat dalam sektor yang kami tekuni.

- Hanya dengan modal yang rendah kami dapat memulai bisnis dengan baik.

Threats (Ancaman)
- Perkembangan teknologi yang cepat di bidang ini berada di luar kemampuan kami sehingga dapat menyebabkan kami terlambat dalam mengadopsinya.

- Perubahan strategi pesaing dapat mengancam posisi kami di bidang ini.

- Kurangnya minat perbankan dalam membiayai pendanaan untuk industri yang kami tekuni saat ini.

Faktor yang Memengaruhi Analisis SWOT

Terdapat 2 faktor pokok yang akan memengaruhi keempat komponen dasar pada analisis SWOT yaitu:

1. Faktor Internal (Strength dan Weakness)
Untuk faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam terdiri dari dua poin yaitu kekuatan dan kelemahan. Keduanya akan berdampak lebih baik dalam sebuah penelitian ketika kekuatan lebih besar dibandingkan kelemahan. Dengan demikian kekuatan internal yang maksimum jelas akan memberikan hasil penelitian yang jauh lebih baik. Adapun bagian bagian dari faktor internal itu sendiri ialah:

- Sumber daya yang dimiliki

- Keuangan atau finansial

- Kelebihan atau kelemahan internal organisasi

- Pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik yang berhasil maupun yang gagal)

2. Faktor Eksternal (Opportunities dan Threats)
Ini merupakan faktor dari luar entitas, di mana faktor ini tidak secara langsung terlibat pada apa yang sedang diteliti dan terdiri dari 2 poin yaitu ancaman dan peluang. Adanya peluang serta ancaman ini tentu saja akan memberikan data yang harus dimasukkan dalam jurnal penelitian sehingga menghasilkan strategi untuk menghadapinya. Beberapa poin yang termasuk pada faktor eksternal ialah:

- Tren

- Budaya, sosial politik, ideologi, perekonomian

- Sumber-sumber permodalan

- Peraturan pemerintah

- Perkembangan teknologi

- Peristiwa-peristiwa yang terjadi

- Lingkungan

Sebagaimana sebuah metode pada umumnya, analisa SWOT ini hanya dapat membantu menganalisa situasi yang sedang dihadapi oleh perusahaan atau sebuah organisasi. Dan metode ini bukan sebuah jawaban pasti yang mampu memberikan solusi pada tiap masalah yang sedang dihadapi, namun minimal akan memecah persoalan yang ada dengan mengurainya menjadi bagian-bagian kecil yang akan lebih tampak sederhana.

Selain membuat analisis SWOT, perusahaan juga harus mulai membuat analisis keuangan secara tepat. Dengan memiliki analisis keuangan, Anda dapat lebih mudah mengambil keputusan hingga mengembangkan perusahaan. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda membuat laporan keuangan secara instan, sehingga memudahkan dalam menganalisa keuangan perusahaan.
Diberdayakan oleh Blogger.